Senin, 03 November 2008

Oprah Winfrey: Berlari Mengejar Mimpi



Jangan bayangkan Oprah Winfrey dengan berlian gemerlap memandu acara bincang-bincang televisi yang tetap populer hingga tahun ke-24 penayangannya dan disiarkan di 122 negara. Jangan gambarkan ia sebagai perempuan selebriti terkaya meski menyumbang lebih dari 50 juta USD bagi sekolah dan perempuan miskin di Amerika Serikat dan Afrika. Jangan lihat keberhasilannya mempengaruhi senat AS untuk membuat UU Perlindungan Anak dan jangan lihat keberhasilannya membujuk orang untuk memilih Barack Obama sebagai Presiden AS. Tapi lihatlah dia sebagai perempuan lajang dengan masa lalu yang sangat pilu. Lahir di luar nikah, tumbuh dalam masa deskriminasi ras masih dominan, dilecehkan dan diperkosa hingga punya anak pada usia 14 tahun. Beruntung dia sangat menyukai sekolah-sesuatu yang melepaskannya dari penderitaan. Seperti kisah hidupnya yang ditulis dalam tiga bukunya Up-Close: Oprah Winfrey (Ilene Cooper,2007), Finding Oprah's Roots Finding Your Own (Henry Louis Gates,2007), dan Oprah Winfrey (Wil Mara,2005). Tentang bukunya ini dia mengatakan "Bukan derita yang saya bagi tapi cara berlari mengejar mimpi".

Lahir di Kosciusko, Attalla Country, Mississippi pada 29 Januari 1954. Ayahnya Vernon Winfrey (21) seorang tentara asal Carroll Country yang saat itu sedang bertugas di Fort Rucker, Alabama. Ibunya Vernita Lee (18) asal Kosciusko, keduanya tidak menikah. Vernon baru tahu kelahiran anaknya dari guntingan iklan yang dikirimkan Vernita kepadanya disertai pesan "Kirimkan Pakaian Bayi". Kehidupan begitu sulit, Vernita bekerja sebagai tukang cuci sehingga si bayi Oprah dititipkan kepada neneknya Hattie Mae. Nenek Hattie Mae inilah yang rajin mengajari Oprah membaca. Sampai ketika masuk TK Oprah terkejut karena di kelas tidak ada yang bisa membaca dan menulis seperti dirinya hingga dia menulis surat kepada gurunya, "Dear Miss Newe, kelas ini tidak cocok untukku karena aku sudah bisa baca dan tahu kata-kata sulit seperti elephant dan hippopotamus", esoknya oprah pindah ke kelas 1, ketika tahun ajaran berakhir kepala sekolah menyarankan dia lompat ke kelas 3.
Saat usia 9 tahun, seorang sepupu berusia 19 tahun memperkosanya. Ia tidak berani berontak, apalagi berpikir tentang pertanggung jawaban. Ia diberikan es krim untuk tutup mulut dan selama belasan tahun dia bungkam. Tapi pelaku tidak berhenti pada saudara sepupu, Oprah menjadi sasaran banyak laki-laki hingga diusianya yang baru 14 tahun dia mendapati perutnya membesar, dia hamil "Ini pelajaran yang amat berharga" Oprah mengingat kata-kata ayahnya "Kamu mau membiarkan dirimu hancur?, Tuhan sedang menguji, ia memberimu kesempatan kedua dan kamu harus mengambilnya, kembalilah ke sekolah biarkan anakmu kami urus". Tapi Tuhan berkehendak lain bayi laki-laki yang lahir prematur tersebut meninggal diusia 2 minggu. Dan Oprah pun kembali ke bangku sekolah tanpa ada yang tahu tentang kehamilan dan persalinannya.

Tahun 1983, ketika baru lulus dari Tennesse University Oprah lolos audisi sebagai pemandu acara A.M. Chicago dan hanya terhitung beberapa minggu setelah tayang perdana acara tersebut sukses. Januari 1985 tayang A.M. Chicago ditambah 60 menit dan diganti Oprah Winfrey Show. Sukses makin digenggam, kekayaan terus berkembang tapi Oprah tak pernah bisa menutupi naluri dasarnya untuk membantu orang, ia mendirikan Oprah Winfrey Foundation yang berfokus pada pemberdayaan anak-anak dan perempuan. Oprah tak pernah ragu menyumbang. ia percaya bahwa makin banyak memberi makin dilimpahi rejeki dan memang terbukti, shownya meraih rating tertinggi selama lebih dari 20 tahun dan kini tayang di 22 negara. Berkali-kali meraih piala Grammy dan pelbagai gelar kehormatan. Rumahnya di Pantai Santa Barbara, California dibeli tahun 2003 seharga 54 juta USD disebut sebagai transaksi properti termahal saat itu.
Di tahun ke 20 penayangannya ia membahas mengenai lagu pembukaan The Oprah Winfrey Show 1996-1997 yang berjudul Run On yang diilhami oleh spirit orang Afrika-Amerika dalam memahami rasa cinta, impian-impian, dan kejayaan. "Dengan pemahaman yang benar atas penderitaan, membalasnya dengan kerja keras, bekerja penuh cinta, semua bisa kita raih. Ayo berlarilah bersama saya!". (oleh Vidila Rosalina dicukil dari buku Up Close: Oprah Winfrey)

Tidak ada komentar: